Education is one of the joints in religion. Islamic teachings can survive until now, one of which is because there is an educational process in addition to da'wah of course. The preachers who spread to all corners of the world used the Qur'an as a guide both in terms of orientation, purpose, way or method of delivery, media and tools even the material contained in its delivery was taken from the Qur'an. The Qur'an which is all the source of guidance, makes it a very thick inspiration in every movement of thought of Muslims. In many areas of religious Muslim society will always refer to revelation as the word of God delivered through His Prophet. In this case, of course, one of the important elements in it is education.
No. 1
TARBIYAH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
TARBIYAH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran merupakan jurnal ilmiah yang menerima naskah hasil penelitian dan pemikiran kritis di bidang pendidikan, seperti kurikulum, evaluasi, strategi dan metode pengajaran, serta isu pendidikan lainnya. Dengan proses penelaahan sejawat yang ketat, jurnal ini bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan inovatif dan menjadi referensi penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan dunia. Bergabunglah dengan kami untuk berbagi wawasan dan berkontribusi pada perkembangan pendidikan yang lebih baik.
Artikel
2 Naskah- Hal. 225-230DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i1.26
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i1.116
Pendidikan adalah sistem kompleks yang melibatkan beberapa komponen kunci, termasuk tujuan, isi, metodologi, dan evaluasi. Evaluasi, meskipun merupakan komponen terakhir dalam sistem pendidikan, memainkan peran penting dalam menilai pencapaian tujuan pendidikan dan memberikan umpan balik untuk perbaikan. Artikel ini membahas definisi evaluasi, yang menyatakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menentukan nilai atau makna yang terkandung dalam sesuatu. Fokus kemudian beralih ke fungsi evaluasi dalam pendidikan Islam, yang dijelaskan sebagai alat umpan balik (muraja'ah) untuk mengukur kemajuan siswa dalam memahami isi ajaran Islam. Evaluasi memiliki fungsi perbaikan (ishlah), penyucian (tazkiyah), pembaharuan (tajdid), dan memberikan umpan balik kepada orang tua siswa (ad-dakhil). Teks kemudian melanjutkan pembahasan tentang alat dan prinsip evaluasi pendidikan Islam, menjelaskan bahwa evaluasi kelas melibatkan langkah-langkah perencanaan, pengumpulan informasi, pencatatan, dan pelaporan hasil. Sistem Evaluasi Berkesinambungan diperkenalkan sebagai pendekatan yang dilakukan secara terus menerus untuk menilai kemajuan siswa dalam menguasai kompetensi dasar. Secara keseluruhan, artikel ini menyoroti peran penting evaluasi dalam konteks pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Evaluasi bukan hanya alat penilaian, tetapi juga instrumen untuk perbaikan, motivasi, dan pengembangan seluruh sistem pendidikan.