Articles Vol. 4 No. 2 (2025) · pp. 439-449 Jurnal Nasional

Fatima Mernisi's Thoughts on Gender Equality

Pemikiran Fatima Mernisi Tentang Kesetaraan Gender

  • Anisa Misrida(1) * Corr.
  • Sri Suyanta(2)
  1. (1)(2) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

* Corresponding author: anisamisrida@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Fatima Mernissi tentang kesetaraan gender dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Kajian ini dilatarbelakangi masih kuatnya praktik ketidaksetaraan gender dalam masyarakat Muslim yang kerap dilegitimasi melalui penafsiran keagamaan bias patriarkal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan sumber data berupa karya-karya Fatima Mernissi dan literatur ilmiah relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-analitis dengan pendekatan historis dan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatima Mernissi menegaskan Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kesetaraan gender serta menolak subordinasi perempuan yang bersumber dari konstruksi sosial dan politik. Mernissi menggunakan pendekatan kritis terhadap teks keagamaan, khususnya hadis misoginis, dengan menempatkannya dalam konteks historis dan sosiologis. Dalam perspektif pendidikan Islam, pemikiran Mernissi menempatkan pendidikan sebagai sarana utama pemberdayaan perempuan dan pembentukan relasi gender yang berkeadilan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kesetaraan gender dalam pendidikan Islam sejalan dengan nilai-nilai dasar ajaran Islam dan perlu diwujudkan melalui pembacaan ulang teks keagamaan yang kontekstual dan berperspektif keadilan.

This study aims to analyze Fatima Mernissi's thoughts on gender equality and their implications for Islamic education. This study is motivated by the persistence of gender inequality in Muslim societies, which are often legitimized through patriarchal-biased religious interpretations. The study uses a qualitative method with a library study approach, with data sources consisting of Fatima Mernissi's works and relevant scientific literature. The data were analyzed using descriptive-analytical analysis techniques with a historical and sociological approach. The results show that Fatima Mernissi affirms Islam as a religion that upholds the principles of justice and gender equality and rejects the subordination of women that stems from social and political constructions. Mernissi uses a critical approach to religious texts, particularly misogynistic hadiths, by placing them in a historical and sociological context. From the perspective of Islamic education, Mernissi's thoughts position education as the primary means of empowering women and establishing just gender relations. The conclusion of the study confirms that gender equality in Islamic education is in line with the basic values ​​of Islamic teachings and needs to be realized through a contextual rereading of religious texts with a justice perspective.

Keywords / index terms
  • Fatima Mernissi
  • Gender Equality in Islamic Education
  • Islamic Feminism