Articles Vol. 4 No. 1 (2025) · pp. 403-410 Jurnal Nasional

The Challenges of Students in Accessing Islamic Digital Literature for Academic Writing: An Exploratory Study at STAI UISU Pematangsiantar

Kendala Mahasiswa dalam Mengakses Literatur Islami Digital untuk Penyusunan Karya Ilmiah: Studi Eksploratif di STAI UISU Pematangsiantar

  • Nur Hidayati(1) * Corr.
  1. (1) STAI UISU Pematangsiantar, Indonesia

* Corresponding author: nur.hidayati22662@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kendala mahasiswa STAI UISU Pematangsiantar dalam mengakses literatur Islami digital untuk penyusunan karya ilmiah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan empat kategori utama kendala: aksesibilitas, literasi digital, ketersediaan literatur, serta motivasi dan persepsi. Hambatan aksesibilitas meliputi keterbatasan jaringan internet, perangkat, serta tingginya biaya kuota. Literasi digital mahasiswa masih rendah, terutama pada keterampilan pencarian sumber kredibel, pemanfaatan database akademik, dan penggunaan aplikasi pengelola referensi. Dari sisi ketersediaan, literatur Islami digital yang relevan masih terbatas, sementara repository kampus belum tersedia secara online. Meski motivasi mahasiswa relatif tinggi, persepsi pragmatis dan keterbatasan dukungan kelembagaan membuat mereka kerap bergantung pada sumber terbuka yang kurang terjamin validitasnya. Penelitian ini menegaskan bahwa kendala yang dihadapi mahasiswa bersifat multidimensional, mencakup aspek teknis, finansial, linguistik, dan struktural. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi penguatan kebijakan dan fasilitas literasi digital Islami di STAI UISU Pematangsiantar.

This study explores the challenges faced by students of STAI UISU Pematangsiantar in accessing Islamic digital literature for academic writing. Using a qualitative approach through interviews, observations, and document analysis, the research identifies four main categories of obstacles: accessibility, digital literacy, availability of literature, and motivation and perception. Accessibility barriers include poor internet connectivity, limited devices, and high data costs. Students’ digital literacy remains low, particularly in searching for credible sources, utilizing academic databases, and applying reference management tools. Regarding availability, relevant Islamic digital literature is still limited, while the campus repository is not yet accessible online. Although students show relatively high motivation, pragmatic perceptions and the lack of institutional support often lead them to rely on open sources with questionable credibility. The findings highlight that the students’ challenges are multidimensional, encompassing technical, financial, linguistic, and structural aspects. This study is expected to provide a foundation for strengthening Islamic digital literacy policies and facilities at STAI UISU Pematangsiantar.

Keywords / index terms
  • Islamic Digital Literature
  • Digital Literacy
  • STAI UISU Pematangsiantar Students