Articles Vol. 5 No. 1 (2026) · pp. 24-33 Jurnal Nasional

Psychological Dynamics of University Students in Interactions with Generative Artificial Intelligence: A Literature Review of Self-Efficacy, Self-Regulated Learning, and Academic Psychological Well-Being in Higher Education

Dinamika Psikologis Mahasiswa Dalam Interaksi Dengan Kecerdasan Buatan Generatif: Kajian Pustaka Atas Efikasi Diri, Regulasi Diri Belajar, dan Kesejahteraan Psikologis Akademik di Pendidikan Tinggi

  • Dewi Kirana(1) * Corr.
  1. (1) STAI UISU Pematangsiantar, Indonesia

* Corresponding author: kiranadewi64@gmail.com

Abstrak

Adopsi cepat perangkat kecerdasan buatan generatif (AI generatif) seperti ChatGPT di kalangan mahasiswa telah melampaui pemahaman keilmuan mengenai konsekuensi psikologisnya. Meskipun perhatian besar telah dicurahkan pada isu integritas akademik dan kapabilitas teknologi, perhatian sistematis terhadap bagaimana penggunaan AI generatif membentuk keyakinan diri, kapasitas regulasi diri, dan kesejahteraan psikologis mahasiswa, yang notabene menjadi ranah inti keilmuan psikologi pendidikan, relatif masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) untuk mensintesis literatur empiris dan teoretis pada tiga fokus psikologis, yaitu: (1) efikasi diri dan motivasi belajar mahasiswa pengguna AI generatif; (2) regulasi diri belajar dan risiko cognitive offloading akibat ketergantungan pada AI generatif; serta (3) kesejahteraan psikologis dan kontrol diri akademik mahasiswa pengguna AI generatif. Sumber data dihimpun dari studi empiris terindeks, teori sosial-kognitif klasik, dan dokumen panduan kelembagaan yang terbit dalam rentang 1977-2025, dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI generatif secara empiris berasosiasi dengan peningkatan efikasi diri akademik, selaras dengan teori sosial-kognitif Bandura, namun kemudahan yang sama ini juga memicu cognitive offloading yang menurut bukti eksperimental berkaitan dengan "kemalasan metakognitif" (metacognitive laziness) dan pelemahan proses regulasi diri belajar. Lebih lanjut, sebuah studi mediasi bersampel besar menemukan bahwa intensitas penggunaan AI generatif yang lebih tinggi berasosiasi signifikan dengan kontrol diri dan kesejahteraan akademik yang lebih rendah, dengan kontrol diri berperan sebagai mediator parsial hubungan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI generatif berfungsi sebagai pedang bermata dua yang nyata secara psikologis bagi mahasiswa: ia dapat memperkuat kepercayaan diri dan motivasi sesaat, sekaligus mengikis kapasitas regulasi diri dan kontrol diri yang menjadi fondasi kesejahteraan akademik jangka panjang, sehingga penumbuhan keterampilan metakognitif dan regulasi diri secara sengaja menjadi prioritas mendesak bagi praktik psikologi pendidikan di perguruan tinggi.

The rapid adoption of generative artificial intelligence (GenAI) tools such as ChatGPT among university students has outpaced the field's understanding of their psychological consequences. While much attention has focused on academic integrity and technological capability, comparatively less systematic attention has been given to how GenAI use shapes students' self-beliefs, self-regulatory capacities, and psychological wellbeing, questions that sit squarely within the domain of educational psychology. This study employs a qualitative library research (studi pustaka) design to synthesize empirical and theoretical literature around three psychological foci: (1) self-efficacy and academic motivation among GenAI-using students; (2) self-regulated learning and the risk of cognitive offloading arising from GenAI dependency; and (3) psychological wellbeing and academic self-control among GenAI users. Sources were drawn from peer-reviewed empirical studies, foundational social-cognitive theory, and institutional guidance published between 1977 and 2025, analyzed thematically. Findings indicate that GenAI use is empirically associated with elevated academic self-efficacy, consistent with Bandura's social-cognitive theory, yet this same ease of use fosters cognitive offloading that experimental evidence links to "metacognitive laziness" and weaker self-regulated learning processes. Furthermore, a large-sample mediation study found that higher GenAI usage was significantly associated with lower self-control and lower academic wellbeing, with self-control partially mediating this relationship. The study concludes that GenAI functions as a genuine psychological double-edged sword for students: it can strengthen momentary confidence and motivation while simultaneously eroding the self-regulatory and self-controlling capacities on which durable academic wellbeing depends, making the deliberate cultivation of metacognitive and self-regulatory skills an urgent priority for educational psychology practice in higher education.

Keywords / index terms
  • Interaction with Artificial Intelligence
  • Generative AI
  • Academic Psychology