Review Article Vol. 5 No. 2 (2026) · pp. 63-77 Jurnal Nasional

Affective Learning Strategies in the Internalization of Islamic Values for Strengthening Students’ Character: A Systematic Literature Review

Strategi Pembelajaran Afektif dalam Internalisasi Nilai-Nilai Islam untuk Penguatan Karakter Peserta Didik: Systematic Literature Review

  • Jaziela Huwaida(1) * Corr.
  • Nadzwa Natasya Salsabila(2)
  1. (1)(2) University of Darussalam Gontor image/svg+xml , Indonesia

* Corresponding author: jazielahuwaida@unida.gontor.ac.id

Abstrak

Penelitian ini mencoba memahami cara-cara pembelajaran yang mempertimbangkan perasaan dan pengalaman siswa dalam membentuk nilai-nilai Islam, serta bagaimana hal itu dapat memperkuat sifat-sifat baik para siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan cara mengumpulkan dan menggabungkan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pembelajaran afektif, internalisasi nilai Islam, dan pendidikan karakter. Analisis dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu mengidentifikasi literatur, memilih studi yang relevan, mengekstrak data, mengelompokkan temuan, dan menyusun hasil secara tematik. Penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran afektif yang membantu dalam menerapkan nilai-nilai Islam meliputi contoh yang baik, kebiasaan, pengalaman langsung, pertimbangan kembali, dan penguatan. Strategi itu tidak berjalan sendiri, tetapi saling terkait dalam membentuk proses internalisasi yang bertahap, mulai dari mengenali dan memahami nilai, merasakan dan menyadari nilai secara emosional, menerapkan nilai dalam situasi nyata, terbiasa dengan perilaku positif, hingga nilai benar-benar diinternalisasi. Nilai-nilai Islam yang ditemukan mencakup beberapa aspek seperti agama, moral, sosial, dan pribadi.Nilai-nilai ini terlihat dari sikap agamawan, jujur, disiplin, bertanggung jawab, penuh empati, toleran, peduli, mandiri, dan sopan. Penelitian menunjukkan bahwa memperkuat karakter Islam tidak hanya cukup dengan memberikan pengetahuan agama, tetapi juga memerlukan kombinasi dari teladan, pengalaman langsung, pemahaman yang dalam, refleksi diri, pembiasaan, penguatan terus-menerus, dan lingkungan belajar yang mendukung. Dengan demikian, pembelajaran afektif bisa dilihat sebagai proses mengubah nilai-nilai yang menghubungkan antara pengetahuan, kesadaran, pengalaman, dan perilaku siswa, sehingga nilai-nilai Islam memiliki kemungkinan untuk berkembang menjadi sifat-sifat yang diperlihatkan secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari.

This study seeks to understand learning approaches that take students’ feelings and experiences into account in shaping Islamic values, and how these approaches can strengthen students’ good character traits. The study employs the Systematic Literature Review (SLR) method by collecting and synthesizing previous research related to affective learning, the internalization of Islamic values, and character education. The analysis was conducted in several stages: identifying the literature, selecting relevant studies, extracting data, grouping the findings, and compiling the results thematically. The findings show that affective learning strategies that help in applying Islamic values include good role models, habituation, direct experience, reconsideration, and reinforcement. These strategies do not work in isolation but are interrelated in forming a gradual internalization process, starting from recognizing and understanding values, emotionally feeling and becoming aware of values, applying values in real situations, becoming accustomed to positive behavior, until the values are truly internalized. The Islamic values identified encompass several aspects, namely religious, moral, social, and personal. These values are reflected in attitudes of religiousness, honesty, discipline, responsibility, empathy, tolerance, care, independence, and politeness. The study indicates that strengthening Islamic character is not achieved merely by providing religious knowledge, but also requires a combination of role modeling, direct experience, deep understanding, self-reflection, habituation, continuous reinforcement, and a supportive learning environment. Thus, affective learning can be viewed as a process of transforming values that connects students’ knowledge, awareness, experience, and behavior, so that Islamic values have the potential to develop into traits that are consistently displayed in everyday life.

Keywords / index terms
  • Affective learning
  • Internalization of Islamic values
  • Character education