Transformasi Evaluasi Pembelajaran di Era Kecerdasan Buatan Generatif: Kajian Pustaka Atas Redesain Asesmen Otentik, Validitas-Reliabilitas Instrumen, dan Pergeseran ke Evaluasi Formatif di Pendidikan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.64464/tarbiyah.v5i2.269Kata Kunci:
Evaluasi Pembelajaran, Kecerdasan Buatan Generatif, Asesmen OtentikAbstrak
Proliferasi perangkat kecerdasan buatan generatif (AI generatif) telah mengguncang asumsi fundamental evaluasi pembelajaran di pendidikan tinggi, khususnya premis bahwa sebuah produk tulisan yang dikumpulkan mahasiswa secara andal mencerminkan kompetensi individu yang bersangkutan. Penelitian ini menerapkan desain kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) untuk mengkaji bagaimana bidang evaluasi pembelajaran merespons disrupsi tersebut, dengan tiga fokus, yaitu: (1) redesain instrumen asesmen menuju tugas otentik yang tahan terhadap AI; (2) validitas dan reliabilitas instrumen deteksi AI yang digunakan untuk menjaga integritas evaluasi; serta (3) pergeseran paradigma evaluasi sumatif menuju formatif yang dimungkinkan oleh umpan balik berbasis AI generatif. Data dihimpun dari jurnal terindeks, satu studi empiris multi-alat berskala internasional, dan literatur teori evaluasi klasik yang terbit dalam rentang 2011-2025, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa literatur redesain asesmen mengerucut pada tugas berorientasi proses dan berpikir tingkat tinggi yang secara struktural sulit diotomatisasi penuh, selaras dengan teori penyelarasan konstruktif (constructive alignment). Namun demikian, pengujian empiris terhadap alat deteksi AI mengungkap persoalan reliabilitas yang serius, dengan tingkat akurasi di bawah 80% pada mayoritas alat yang diuji serta risiko tuduhan keliru (false accusation) yang terdokumentasi, sehingga alat tersebut tidak layak dijadikan satu-satunya bukti dalam keputusan evaluasi yang berisiko tinggi. Sementara itu, umpan balik otomatis berbasis AI generatif menunjukkan potensi untuk menskalakan umpan balik formatif yang cepat, meski kualitas pedagogisnya masih bervariasi dan tetap memerlukan pengawasan manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan di era AI generatif harus secara simultan meredesain objek yang dinilai, memperlakukan teknologi deteksi sebagai bukti pendukung dan bukan bukti final, serta mengarahkan ulang budaya evaluasi dari penjagaan gerbang sumatif menuju praktik formatif yang berkelanjutan dan dialogis.
Referensi
Ataupah, N., Lulu, M. C. U., Dianita, H., Folrati, M. P., Leo, C., & Wijaya, R. P. C. (2025). Integrasi AI generatif dalam kehidupan akademik mahasiswa di Kota Kupang. Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 2(6), 420-435. https://jipipi.org/index.php/jipipi/article/view/114
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university (4th ed.). Open University Press/McGraw-Hill. hlm. xxiii.
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. (2024). Buku panduan penggunaan generative artificial intelligence (GenAI) pada pembelajaran di perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Gonsalves, C. (2025). Contextual assessment design in the age of generative AI. Journal of Learning Development in Higher Education, (34). https://doi.org/10.47408/jldhe.vi34.1307
Khlaif, Z. N., Al-Abed, W. A., Salama, N., & Abu Eideh, B. (2025). Redesigning assessments for AI-enhanced learning: A framework for educators in the generative AI era. Education Sciences, 15(2), 174. https://doi.org/10.3390/educsci15020174
Lee, S. S., & Moore, R. L. (2024). Harnessing generative AI (GenAI) for automated feedback in higher education: A systematic review. Online Learning, 28(3), 82-104. https://olj.onlinelearningconsortium.org/index.php/olj/article/view/4593
Mishra, P., Warr, M., & Islam, R. (2023). Challenges and opportunities of generative AI for higher education as explained by ChatGPT. Education Sciences, 13(9), 856. https://doi.org/10.3390/educsci13090856
Selwyn, N. (2019). Should robots replace teachers? AI and the future of education. Polity Press.
UNESCO, Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000386693
Weber-Wulff, D., Anohina-Naumeca, A., Bjelobaba, S., Foltýnek, T., Guerrero-Dib, J., Popoola, O., Šigut, P., & Waddington, L. (2023). Testing of detection tools for AI-generated text. International Journal for Educational Integrity, 19, Article 26. https://doi.org/10.1007/s40979-023-00146-z
Yusuf, A., Pervin, N., & Román-González, M. (2024). Generative AI and the future of higher education: A threat to academic integrity or reformation? Evidence from multicultural perspectives. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 21, Article 21. https://doi.org/10.1186/s41239-024-00453-6.
Unduhan
Diterbitkan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Saidatun Nisa Nasution

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.